Monday, November 10, 2014

JPD (Jail Phone Detector) : Teknologi Pendeteksi Keberadaan Sinyal Handphone untuk Mengurangi Penyalahgunaan Alat Komunikasi di Lembaga Pemasyarakatan (LP)

Prihatin dengan maraknya penggunaan alat komunikasi di dalam penjara ataupun lembaga pemasyarakatan (LP), maka itulah yang menginspirasi saya untuk menciptakan sebuah alat untuk mendeteksi keberadaan sinyal Handphone atau alat komunikasi.

Secara aturan, penggunaan alat komunikasi di dalam penjara sangat dilarang. Yang lebih parah lagi, penggunaan alat komunikasi di dalam penjara ialah untuk mengedarkan narkotika. Seolah-olah penjara ialah surganya bagi pengedar narkoba yang terlindungi. Sering kita mendengar berita mengenai penggeledahan di lembaga pemasyarakatan, alhasil ditemukan sejumlah paket narkotika dan alat komunikasi untuk bertransaksi.
Setia Trianto, S.TP pencetus ide JPD (Jail Phone Detector)
Oleh karena itu, JPD (Jail Phone Detector) diciptakan dan merupakan solusi untuk menghentikan penyalahgunaan alat komunikasi di lembaga pemasyarakatan atau setidaknya mengurangi kejahatan tersebut.


Saya sebagai pencetus ide dan tim bekerja keras siang dan malam untuk melakukan perumusan serta pembuatan JPD. Selain itu, saya dibantu oleh dosen pembimbing dan dengan kesediaan beliau meminjamkan laboratorium Elektronika & Instrumen IPB. Satu demi satu prototipe JPD dibuat dan diuji di laboratorium tersebut.

Proses pembuatan JPD (Jail Phone Detector) di Lab. Instrumentasi dan Kontrol IPB
Alat ini mampu penangkap sinyal, baik dari telepon selular Global System for Mobile Communication (GSM), Code Division Multiple Access(CDMA) maupun sinyal dari walkie talkie.
Penangkap sinyal akan mendeteksi sinyal aktif dari telepon seluar saat melakukan panggilan, Short Message Service (SMS) maupun saat mengakses internet.

JPD bekerja dengan melalui tiga tahapan. Pertama, alat ini akan menangkap sinyal telepon selular yang berada dalam radius jangkauan alat melalui antena. Jangkauan deteksi paling jauh yang pernah diukur ialah maksimum 9 meter. Setelah itu, sinyal yang tertangkap akan diperkuat oleh penguat sinyal (amplifier).

Dari penguat (amplifier), sinyal akan diolah mikrokontroler menjadi sebuah informasi yang ditampilkan pada layar LCD alat berupa pesan 'Sinyal hanphone terdeteksi'.
Informasi yang diolah mikrokontroler selanjutnya disimpan dalam sistem kartu memori yang juga terintegrasi dengan sistem pewaktu sehingga jumlah aktivitas komunikasi perhari dapat diketahui.

Kartu memori tersebut dapat berupa SD Card maupun MMC. Informasi jumlah dan waktu aktifitas komunikasi yang ada pada kartu memori dapat dibuka melalui komputer maupun laptop. Kartu memori inilah yang dapat dijadikan barang bukti pihak yang berwenang ketika melakukan inspeksi.

Perangkat JPD (Jail Phone Detector)
Pada percobaan pertama dan kedua, alat ini hanya mampu memberi hasil deteksi dari buzzer dan LED indikator.
Pada percobaan ke tiga, dilakukan modifikasi sehingga keluarannya juga dapat dibaca mikrokontroler untuk ditampilkan di LCD maupun disimpan ke dalam sistem memori terintegrasikan sistem pewaktu.

Sistem pewaktu yang digunakan pun cukup detil mencakup jam, menit dan detik sesuai waktu setempat saat sinyal telepon selular target ditangkap JPD.

Dengan Penemuan alat ini, saya dan tim pernah mendapatkan Penghargaan dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXVI 2013 yang diadakan di Universitas Mataram. PIMNAS merupakan ajang kompetisi tingkat nasional yang diikuti oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia dengan berbagai karya ilmiah yang dipresentasikan.


Selain itu, berkat penemuan ini saya dan tim juga menyabet Juara ke-3 Tanoto Student Research Award 2013.

Berikut ini ada link videonya:


Berikut ini adalah situs-situs berita yang berkaitan dengan penemuan ini:

http://news.okezone.com/read/2013/10/05/372/877170/alat-ini-pantau-aktivitas-ponsel-napi




Sejauh ini, alat tersebut masih membutuhkan riset lanjutan untuk penyempurnaan dan belum ada tanggapan dari pemerintah untuk kelanjutan pengembangan JPD.

Semoga tulisan ini menjadi inspirasi untuk generasi muda dalam membangun bangsa Indonesia.


Monday, October 25, 2010

DUAL SMART FUEL FILTER

DUAL SMART FUEL FILTER

Landasan Teori

Magnet biasanya disebut juga sebagai besi sembrani karena kemampuannya untuk dapat menarik beberapa jenis logam, serta memiliki dua buah kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan. Selain itu magnet juga memiliki kelebihan lainnya, yaitu dapat menghemat bahan bakar. Hal ini dikemukakan oleh DR.Ir.H Djoko Sungkono Kawono M.Eng. Beliau adalah kepala laboraturium Bahan Bakar dan Pembakaran Dalam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ( ITS ), jurusan Teknik Mesin.

Alasan yang membuat magnet dapat menghemat BBM (Bahan Bakar Minyak) karena unsur kimia bensin yaitu iso oktan(C8H18) dan n-pentana (C5H12). Medan magnet mempengaruhi kandungan karbon ( C ) dan hydrogen ( H ) dalam bensin hingga bisa memaksimalkan proses pembakaran mengurangi kadar CO2. ( Sumber:http:// www.alatpenghematbbm.com/penghemat-bbm-magnet/ )

Latarbelakang

Mengingat banyaknya jumlah fuel filter plastik yang dibuang oleh bengkel-bengkel otomotif ketika elemen penyaring yang ada di dalam fuel filter tersebut sudah tidak dapat menyaring lagi bahan bakar, sehingga menjadi sampah plastik yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, saya mencoba untuk memnafaatkan sampah-sampah tersebut ( mendaur ulang ) terutama plastiknya menjadi alat yang bermanfaat.

Selain itu, alat ini saya buat karena alat penghemat BBM yang dijual dan diproduksi oleh pabrik harganya relatif mahal, sehingga saya mencoba untuk membuat alat tersebut dengan biaya yang murah dan mudah didapatkan dari lingkungan sekitar serta komponen utamanya yang sama dengan alat aslinya.

Alasan lainnya yaitu karena tangki bahan bakar umumnya terbuat dari logam feromagnetik ( besi yang dapat ditarik oleh magnet ) serta besi yang mudah mengalami pengkaratan sehingga ada kemungkinan bahwa bahan bakar yang keluar dari tangki tersebut menuju ruang bakar terkontaminasi oleh karat dan serbuk-serbuk logam feromagnetik.

Secara teortis, magnet dapat menarik karat dan serbuk logam feromagnetik meskipun berada di dalam zat cair, khususnya di dalam bensin. Hal ini pernah saya buktikan dan ternyata berhasil.

Manfaat Alat

Awalnya alat ini saya buat untuk menyaring bahan bakar dari kontaminasi karat dan serbuk-serbuk logam yang masih dapat ditarik oleh magnet. Secara fisika, magnet dapat menarik karat dan serbuk besi feromagnetik yang ada di dalam bahan bakar sehingga bahan bakar tersebut terbebas dari kontaminasi.

Tetapi setelah saya baca beberapa referensi mengenai kegunaan magnet, ternyata magnet juga mampu menghemat bahan bakar yang dapat dijelaskan secara proses kimia.

Jadi, alat yang saya buat tersebut mempunyai dua fungsi ( DUAL ) yaitu sebagai penyaring bahan bakar dari kontaminasi karat ataupun serbuk-serbuk logam feromagnetik ( secara fisika) serta sebagai penghemat bahan bakar ( secara kimia ).

Spesifikasi Alat

Alat ini merupakan alat penghemat BBM, baik bensin maupun bahan bakar solar. Alat ini terbuat dari fuel filter plastik bekas, dimana elemen penyaring yang ada di dalamnya telah dilepas dengan cara memotong sambungan body&bowl fuel filter tersebut ( jika rumahan fuel filter plastik disatukan dengan lem ) ataupun dengan cara memutarkan ulir penyambung body&bowl fuel filter plastik ( jika rumahan fuel filter plastik disatukan dengan sistem ulir ) agar fuel filter tersebut dapat dibuka. Ketika fuel filter plastik tersebut telah dibuka, maka elemen penyaring yang ada di dalamnya dilepas dan diganti oleh magnet permanen berbentuk silinder yang sesuai dengan bentuk dari rumahan fuel filter tersebut.

Karena magnet yang dimasukkan ke dalam fuel filter plastik tersebut hanya dapat mengisi hampir separuh isi dari rumahan fuel filter tersebut, maka dimasukkan juga pegas buatan yang tahan karat ke dalam fuel filter tersebut agar magnet yang ada di dalamnya dapat ditekan sehingga posisinya tidak berubah-ubah saat terjadi goncangan bila digunakan pada kendaraan.

Magnet juga peka terhadap goncangan, benturan, dan panas yang tinggi sehingga dapat menurunkan kemampuan kemagnetannya. Untuk mencegah hal-hal tersebut, terutama karena panas yang tinggi, maka fuel filter plastik tersebut dibungkus dengan kertas aluminium foil agar panas yang tinggi tidak merusak magnet dari fuel filter.

1.38.jpg

Gambar 1. Skema fuel filter

Opini dari Kakak Kelas

“ Kalau kita ingin membuat suatu alat, yang perlu kita perhatikan ialah kualitas dan kemampuan dari alat tersebut , walaupun biayanya murah. Semua orang pasti menginginkan suatu alat yang biayanya murah tetapi memiliki kualitas pun tinggi.

Alat ini bagus karena terbuat dari bahan sampah plastik sehingga dapat mengurangi masalah lingkungan , dan yang terpenting dari alat ini ialah meskipun terbuat dari bahan bekas, kualitas dan mutunya harus tetap terjaga sehingga orang lain tertarik untuk membuatnya” ( Imanuel Zega, TEP 45 ).

Kelemahan alat ini, antara lain:

· Terbuat dari bahan daur ulang sehingga umur masa pakai alat ini relatif singkat.

· Perlu kesabaran untuk membuat alat ini karena mesti dikerjakan secara hati-hati agar hasilnya baik.

· Memerlukan lem yang memiliki kemampuan lekat yang tinggi, tahan kebocoran, dan tahan panas untuk menyatukan rumahan fuel filter tersebut.

· Tidak dapat dibersihkan ( terutama rumahan fuel filter yang disatukan dengan cara dilem ).

· Tidak tahan terhadap panas yang tinggi.

Kelebihan alat ini, antara lain:

· Bahan pembuatnya mudah didapatkan dari lingkungan sekitar.

· Terdiri dari komponen utama yaitu magnet permanen, yang sama dengan alat yang dibuat oleh pabrik.

· Biaya pembuatan yang murah.

· Dapat dibuat dari fuel filter plastik bekas ataupun fuel filter plastik yang baru.

· Mengurangi masalah lingkungan karena terbuat dari sampah plastik serta dapat mengurangi keluarnya gas-gas yang berbahaya dari enjin ( engine ).

· Memperhalus putaran enjin.

Cara penggunaan

Alat ini ditempatkan pada saluran bahan bakar, yaitu dari tangki menuju karburator ataupun FIP ( Fuel Injection Pump ) sebelum pompa elektrik/mekanik, seperti pada gambar berikut:

t4wtqv.jpg

Gambar 2.Cara penempatan fuel filter

Potong selang menjadi dua bagian, bagian pertama menuju tangki ( fuel tank ) sedangkan bagian kedua menuju pompa bensin. Sisi lainnya dihubungkan ke kedua ujung dari fuel filter tersebut, seperti pada gambar di bawah ini:

slides3.jpg

Gambar 3.Cara memasang fuel filter

Ikat kedua ujung selang yang menempel pada fuel filter dengan klem selang seperti pada gambar berikut:

img67.JPG

Gambar 4. Klem slang

Desain alat

Bahan:

· Fuel filter plastik bekas ataupun yang baru ( 1 unit )

· Magnet dari loudspeaker yang sesuai bentuk rumahan fuel filter ( 1 unit )

· Kawat las stainless atau kawat tahan karat ( 1 unit )

· Lem plastik atau lem panas ( 1 unit )

· Klem selang ( 2 unit )

· Kertas aluminium foil ( secukupnya )

615990_1641105_aluminiumfoil.jpg

Gambar 5. Kertas aluminium foil

Alat:

· Tang atau alat pembengkok kawat

· Gergaji besi

· Obeng (-)

· Kuas

· Pembersih ( deterjen/bensin )

· Kain lap bersih

Cara pembuatan

Jika body&bowl fuel filter tersebut disatukan dengan cara dilem, salah satu bentuknya seperti gambar di bawah ini, maka:

Filter-beda_1.jpgFilter bensin.jpg

Gambar 6. Fuel filter plastik yang disatukan dengan cara lem

Langkah-langkah pembuatannya ialah sebagai berikut:

1. Potong bagian sambungan antara body&bowl filter tersebut yang disatukan dengan lem tersebut menggunakan gergaji besi

2. Cabut elemen penyaring yang ada di dalamnya menggunakan obeng (-)

3. Bersihkan rumahan ( fuel filter body ) dengan deterjen ataupun dengan bensin menggunakan kuas

4. Keringkan dengan mengunakan kain lap

5. Masukkan magnet ke dalam rumahan fuel filter plastik tersebut beserta kawat yang telah dibentuk seperti pegas

6. Tutup sambungan antara body&bowl dengan lem dan yakinkan tidak ada kebocoran

7. Selimuti bagian luas fuel filter tersebut menggunakan aluminium foil.

Jika body&bowl fuel filter plastik tersebut disatukan atau disambung dengan sistem ulir, seperti gambar di bawah ini, maka:

post-5-1182843199.jpg

Gambar 7. Fuel filter plastik yang disatukan dengan sistem ulir

Langkah-langkah pembuatannya ialah sebagai berikut:

1. Buka fuel filter tersebut dengan cara memutar body&bowl-nya berlawanan arah jarum jam

2. Cabut elemen penyaring yang ada di dalamnya

3. Bersihkan rumahan fuel filter tersebut menggunakan deterjen ataupun dengan bensin dan dibantu oleh kuas

4. Keringkan dengan menggunakan kain lap

5. Pasang body&bowl fuel filter tersebut ( kebalikan cara pembongkaran ) dan yakinkan bahwa tidak ada kebocoran melalui penyekat antara body&bowl dari fuel filter plastik tersebut.